Abdusshomad, Ibnu Hajar al-Haitami ketika ditanya tentang ziarah ke makam para wali, mengatakan bahwa ziarah ke makam para wali pada waktu tertentu dengan melakukan perjalanan khusus ke maka m Bagi yang sering ziarah ke makam para wali, pasti sudah tidak asing lagi dengan Salamullahi Ya Sadah. Ibarat kata, Salamullahi Ya Sadah adalah qasidah salam kepada para Allah yang kita ziarahi. Qasidah ‘Salamullahi Ya Sadah’, Dibaca saat Ziarahi Makam Wali Beliau lebih suka dengan yang kebanyakan orang tau hanya pedagang. Hal ini mengingatkan saya dengan ucapan bapak saya: “Kyai Dachlan adalah sosok pedagang yang peduli dengan pendidikan al-Quran.” Lebih dari itu bapak juga pernah berkata: “Kyai Dachlan adalah seorang wali yang mampu menyembunyikan kewaliannya.” Tradisi ziarah makam ini juga dilakukan oleh masyarakat Nganjuk. Hal ini terbukti dengan adanya Ziarah ke Makam Kiyai Kanjeng Jimat. Mereka 2 Syahdan, Ziarah Perspektif Kajian Budaya “ Studi Pada Situs Makam Mbah Priuk Jakarta Utara” ( Jurnal Agama dan Masyarakat, Vol 13, No 1, juni 2017),67. Sifat wali Allah As-Saabiquun Al-Muqorrobun (Wali Allah Terdepan) Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, “Mereka itu mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadikan amalan mubah (yang hukumnya boleh) menjadi suatu ketaatan, mereka menjadikan amalan tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga amalan mereka semuanya bernilai ibadah.” Namun, seperti wali yang lain, Sunan Kudus dalam berdakwah berusaha mendekati masyarakat untuk menyelami serta memahami kebutuhan apa yang diharapkan masyarakat. Sunan Giri putra Syaikh Maulana Ishak adalah tokoh Wali Songo yang berkedudukan sebagai raja sekaligus guru suci (pandhita ratu). .

kata mutiara tentang ziarah wali