15 Termometer X bila di pakai untuk mengukur es yang sedang melebur dan air mulai mendidih pada tekanan udara normal masing-masing menunjukkan skala –25 o X dan 125 o X. Benda diukur dengan termometer Celcius menunjukkan skala 50 o C maka bila benda tersebut diukur dengan termometer X akan menunjukkan skala. .
Ringkasan Jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut adalah E. Diketahui : fob = 0,9 cm fok = 2,5 cm M = 90 kali DItanya : sob Penyelesaian : Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda berukuran kecil seperti jasad renik dan bakteri.Mikroskop sederhana terdiri atas dua lensa cembung yaitu lensa objektif dan lensa okuler.
Apabilaada bagian-bagian yang belum kalian pahami, pelajarilah kembali sebelum melanjutkan pada bab berikutnya. dipakai melihat sebuah benda kecil yang berjarak 5 cm dari lup. Perbesaran anguler lup itu adalah . a. 2 kali. d. 5 kali. b. 4 kali. e. 6,25 kali Jarak titik api lensa objektif dan okuler dari teropong bintang berturut
10Siswa mampu menentukan perbesaran anguler pa da 16lup 12 69.3 Sedang 11 Si sw am pu en kr ian te t penggunaanya Lup dan dihasilkan oleh teropong bintang 19 50,0 Rendah 15 Siswa menentukan panjang teropong bumi 20 53.8 Sedang Rata-Rata Persentase Miskonsepsi (%)
ModulFisika Kelas XI KD 3.11 @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jend e ral PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 7 PENDAHULUAN A. Identitas Modul Mata Pelajaran: Fisika Kelas: XI Alokasi Waktu: 12 jam pelajaran (3 x pertemuan) Judul Modul: Alat Optik B. Kompetensi Dasar 3. 1 1 Menganalisis cara kerja alat optik menggunakan sifat pemantulan dan pembiasan cahaya oleh cermin dan
Contohsoal, pembahasan dan latihan soal alat optik - lup / kaca pembesar / magnifying glass, perbesaran lup untuk mata berakomodasi maksimum, mata tidak berakomodasi dan mata berakomodasi pada jarak tertentu. Soal No. 1. Sebuah lup dengan panjang fokus lensa 5 cm digunakan untuk melihat sebuah benda kecil.
. BerandaSebuah teropong diarahkan ke bintang, menghasilkan...PertanyaanSebuah teropong diarahkan ke bintang, menghasilkan perbesaran anguler 20 kali. Jika jarak fokus lensa objektifnya 100 cm, jarak antara lensa objektif dan lensa okuler teropong tersebut adalah . . . .Sebuah teropong diarahkan ke bintang, menghasilkan perbesaran anguler 20 kali. Jika jarak fokus lensa objektifnya 100 cm, jarak antara lensa objektif dan lensa okuler teropong tersebut adalah . . . . 120 cm105 cm100 cm95 cm80 cmYMY. MaghfirahMaster TeacherPembahasanDiketahui Ditanya d Jawab Jadi, jawaban yang tepat adalah Ditanya d Jawab Jadi, jawaban yang tepat adalah B. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!27rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!NANailil AuthorPembahasan lengkap bangetRARio Ahmad muzakyPembahasan lengkap bangetISImelda SimamoraBantu bangetHHaerulJawaban tidak sesuaiBBasyir Pembahasan tidak lengkap Pembahasan terpotong Pembahasan tidak menjawab soal©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia
Contoh soal dan pembahasan teropong termasuk teropong bintang, astronomi, perbesaran sudut teropong dan panjang teropong / jarak antara lensa objektif dan okuler dibahas di materi fisika untuk kelas 10 No. 1Teropong bintang dengan perbesaran anguler 10 kali. Bila jarak titik api obyektifnya 50 cm, maka panjang teropong...A. 5 cm B. 35 cm C. 45 cm D. 50 cm E. 55 cm Ebtanas 1989PembahasanData dari soal di atas adalahfob = 50 cmM = 10 kaliPanjang teropong = d = .......Dengan asumsi mata si pengamat tidak berakomodasi saat memakai teropong, berikut rumus-rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal di atas. Masukkan data Soal No. 2 Sifat dan kedudukan bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif sebuah teropong bintang...A. nyata, terbalik dan tepat di titik fokus lensa obyektifB. nyata, tegak dan tepat di titik fokus lensa okuler C. nyata, tegak dan tepat di titik fokus lensa obyektif D. maya, terbalik dan tepat di titik fokus lensa okuler E. maya, terbalik dan tepat di titik fokus lensa obyektif Pembahasan Objek terletak di sangat jauh, sehingga bayangan akan jatuh tepat di titik fokus lensa objektif dengan sifat nyata dan No. 3Sebuah teropong bintang memiliki jarak fokus obyektif 160 cm dan jarak fokus okuler 4 cm. Tentukan perbesaran sudut teropong dengan mata tidak berakomodasi!PembahasanDatafob = 160 cmfok = 4 cmM =........M= fob/fokM = 160 / 4M = 40 kaliSoal No. 4Sebuah teropong bintang memiliki jarak fokus obyektif 70 cm dan jarak fokus okuler 4 cm. Tentukan perbesaran sudut teropong dengan mata tidak berakomodasi!PembahasanDatafob = 70 cmfok = 4 cmM =........M= fob/fokM = 70 / 4M = 17,5 kaliSoal No. 5Sebuah teropong diarahkan ke bintang, menghasilkan perbesaran anguler 20 kali. Jika jarak fokus obyektifnya 100 cm, maka jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler teropong tersebut adalah.... A. 120 cm B. 105 cm C. 100 cm D. 90 cm E. 80 cm Ebtanas 1994 PembahasanData soal adalahM = 20 kalifob = 100 cmd = ....Seperti soal pertama Soal No. 6 Sebuah teropong dipakai untuk melihat bintang yang menghasilkan perbesaran anguler 6 kali. Jarak fokus lensa obyektif 30 cm, jarak fokus okulernya mata tak berakomodasi adalah... A. 3,5 cm B. 5 cm C. 7 cm D. 10 cm E. 30 cm Ebtanas 2005Pembahasan Data yang bisa diambilM = 6 kalifob = 30 cmfok =....M = fob/fokfok = fob / Mfok = 30 / 6 = 5 cmSoal No. 7Sebuah teropong bintang memiliki jarak fokus obyektif 75 cm dan jarak fokus okuler 5 cm. Tentukan perbesaran sudut teleskop dengan mata berakomodasi pada jarak 25 cm!Pembahasan fob = 75 cmfok = 5 cmS'ok = −25 cmM =........Dengan rumus teropong untuk mata berakomodasi pada jarak tertentu Menentukan jarak bayangan dari lensa okuler dulu Jadi perbesarannya Soal No. 8 Sebuah teropong bintang memiliki jarak fokus lensa obyektif 120 cm dan jarak fokus lensa okuler 5 cm. Hitung panjang teropong saat digunakan dengan mata berakomodasi maksimum, gunakan titik dekat mata 25 cm!PembahasanDatafob = 120 cmfok = 5 cmMata berakomodasi maksimum -> artinya s'ok = −25 cmPanjang teropong d =......Rumus panjang teropong bintang untuk mata berakomodasi pada jarak tertentu, temasuk juga untuk berakomodasi maksimum Menentukan sok Panjang teropong jadinya adalah Soal No. 9Sebuah teropong bintang memiliki lensa obyektif dengan jarak fokus 100 cm dan lensa okuler dengan jarak fokus 5 cm. Teropong itu digunakan untuk mengamati benda langit dengan mata tak berakomodasi. Berapa cm lensa okuler harus digeser agar bayangan dapat ditangkap dengan jelas pada sebuah layar yang dipasang pada jarak 10 cm di belakang okuler dan kemana arah pergeserannya ? Ebtanas 1998PembahasanDataTeropong bintang dengan fokus lensa obyektif dan fokus lensa okuler berturut-turutfob = 100 cmfok = 5 cmSaat mata tidak berakomodasi, panjang teropongnya d dapat ditentukan seperti berikut dengan rumus spt soal = 100 cm + 5 cm = 105 cmPermintaan soalnya, agar bayangan dapat ditangkap dengan jelas pada sebuah layar yang dipasang pada jarak 10 cm di belakang okuler artinyas’ok = 10 cm positif, karena dapat ditangkap layar, jadi bayangannya bersifat nyata.Dengan jarak fok = 5 cm dapat ditentukan jarak benda okuler sokPanjang teropongnya sekarang menjadi pake rumus soal nomor 8d = 100 cm + 10 cm = 110 cmPanjangnya dari 105 cm menjadi 110 cm, jadi teropongnya harus digeser memanjang sejauh 110 − 105 = 5 kl mau lebih singkat, cari sok kemudian kurangi dengan fok atau Pergeseran = sok − fokSoal No. 10 Sebuah teropong bintang memiliki panjang fokus lensa okuler 15 mm. Saat meneropong objek langit, citranya nampak jelas ketika jarak antara lensa obyektif dan okuler sebesar 945 mm. Jika diinginkan perbesaran menjadi 310 kali, maka lensa okuler tersebut harus diganti dengan okuler lain dengan panjang fokusA. 3 mmB. 5 mmC. 10 mmD. 20 mmE. 25 mmSoal Olimpiade Astronomi OSK 2013PembahasanTeropong bintangfok = 15 mmd = 945 mmDicari dulu panjang fokus lensa obyektiffob = d − fokfob = 945 mm − 15 mm = 930 mmDiinginkan perbesaran sudut M nya 310 kali, dengan fokus lensa okuler yang diganti, M = fob / fokfok = fob / Mfok = 930 / 310 = 3 mm
Teropong atau teleskop digunakan untuk memperbesar benda yang sangat jauh letaknya. Pada kebanyakan kasus di dalam penggunaan teropong, benda bisa dianggap berada pada jarak tak terhingga. Galileo, walaupun bukan penemu teleskop, ia mengembangkan teleskop menjadi instrumen yang penting dan dapat digunakan. Galileo merupakan orang pertama yang meneliti ruang angkasa dengan teleskop atau teropong. Dengan penelitiannya tersebut, Galileo akhirnya ia membuat penemuan-penemuan yang mengguncangkan dunia, di antaranya satelit-satelit Jupiter, fase Venus, bercak Matahari, struktur permukaan bulan, dan pernyataannya bahwa galaksi Bimasakti terdiri dari sejumlah besar bintang-bintang individu. Secara garis besar, teleskop atau teropong ada dua macam, yaitu teropong bias dan teropong pantul. Lalu, teropong bias ini sendiri di ada 4 jenis yang umum dipakai oleh orang, yaitu teropong bintang astronomi, teropong bumi medan, dan teropong panggung Galileo. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari pengertian, fungsi, proses pembentukan bayangan, rumus perbesaran dan panjang teropong bumi. Silahkan disimak baik-baik penjelasan berikut. Pengertian dan Fungsi Teropong Bumi Apabila kita melihat benda-benda di Bumi menggunakan teropong bintang maka akan diperoleh bayangan yang terbalik. Hal itu tidak dikehendaki. Untuk mengembalikan atau membalik bayangan, maka kita harus menempatkan sebuah lensa positif di antara lensa objektif dan lensa okuler. Lensa ini disebut lensa pembalik. Susunan lensa tadi akan menghasilkan teropong bumi. Teropong Bumi atau teropong medan adalah teropong yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang jauh di permukaan bumi. Adapula yang menyebut teropong Bumi sebagai teropong yohana. Teropong jenis ini biasa digunakan oleh orang-orang di laut, seperti nahkoda kapal, angkatan laut, bahkan para bajak laut zaman dahulu dan mungkin zaman sekarang juga. Selain digunakan di lautan, teropong Bumi juga dapat digunakan di wilayah daratan. Misalkan para tentara menggunakan teropong ini untuk memantau keadaan di perbukitan. Bentuk teropong Bumi dapat kalian lihat pada gambar di bawah ini. Pembentukan Bayangan dan Rumus Teropong Bumi Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, teropong Bumi menggunakan tiga buah lensa positif sekaligus. Ketiga lensa tersebut berfungsi sebagai lensa objektif, lensa okuler dan lensa pembalik. Lensa pembalik berfungsi untuk membalik bayangan akhir yang dibentuk lensa okuler, sehingga dihasilkan bayangan yang sama tegak dengan benda aslinya. Lensa pembalik diletakkan di antara lensa objektif dan lensa okuler. Skema atau diagram pembentukan bayangan pada teropong atau teleskop Bumi dapat kalian lihat pada gambar di bawah ini. Coba kalian simak baik-baik dan pelajari gambar tersebut. Ciri khas dari teropong Bumi adalah jarak fokus lensa objektif lebih besar daripada jarak fokus lensa okuler fob > fok. Di antara lensa objektif dan lensa okuler diletakkan lensa pembalik. Karena teropong Bumi digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh, sehingga bayangan terbentuk di titik fokus lensa objektif. Agar bayangan menjadi tegak, maka teropong Bumi dilengkapi dengan lensa pembalik. Seperti halnya mikroskop dan teropong bintang, perbesaran pada teropong bumi juga dibedakan untuk mata berakomodasi maksimum dan mata tidak berakomodasi. Berikut ini penjelasannya. 1. Rumus Teropong Bumi untuk Mata Berakomodasi Maksimum Untuk perbesaran anguler pada teropong Bumi, dicari dengan persamaan berikut. Dan panjang teropong Bumi untuk pengamatan dengan mata berakomodasi maksimum dapat dicari dengan persamaan berikut. Keterangan M = perbesaran anguler fob = jarak fokus lensa objektif sok = jarak benda pada lensa okuler fp = jarak fokus lensa pembalik d = panjang teropong 2. Rumus Teropong Bumi untuk Mata Tidak Berakomodasi Untuk pengamatan dengan mata tidak berakomodasi, bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif berada tepat di titik fokus lensa okuler. Ini berarti jarak benda lensa okuler sama dengan jarak fokusnya. Jadi, perbesaran untuk mata tidak berakomodasi adalah sebagai berut. Sementara panjang teropong untuk mata tidak berakomodasi dihitung dengan menggunakan persamaan berikut. Keterangan M = perbesaran anguler fob = jarak fokus lensa objektif fok = jarak fokus lensa okuler fp = jarak fokus lensa pembalik d = panjang teropong Contoh Soal dan Pembahasan Agar kalian lebih paham mengenai penerapan rumus-rumus perbesaran dan panjang teropong bumi di atas, silahkan kalian simak baik-baik beberapa contoh soal dan pembahasannya berikut ini. 1. Teropong bumi dengan jarak fokus lensa objektif 40 cm, jarak fokus lensa pembalik 5 cm, dan jarak fokus lensa okulernya 10 cm. Supaya mata melihat bayangan tanpa akomodasi, berapakah jarak antara lensa objektif dan lensa okuler teropong tersebut? Penyelesaian Diketahui fob = 40 cm fp = 5 cm fok = 10 cm Ditanyakan d untuk mata tanpa akomodasi Jawab Jarak antara lensa objektif dan lensa okuler merupakan panjang teropong. Panjang teropong bumi untuk pengamatan dengan mata tanpa akomodasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut. d = fob + 4fp + fok ⇒ d = 40 cm + 45 cm + 10 cm ⇒ d = 40 cm + 20 cm + 10 cm = 70 cm Jadi, jarak lensa objektif dan lensa okuler teropong tersebut adalah 70 cm. 2. Sebuah teropong Bumi dengan jarak fokus lensa objektif, pembalik dan okuler berturut-turut 80 cm, 5 cm dan 20 cm. Teropong ini digunakan untuk melihat benda jauh oleh orang bermata normal dengan berakomodasi maksimum. Tentukanlah perbesaran sudut dan panjang tubusnya. Penyelesaian Diketahui fob = 80 cm fp = 5 cm fok = 20 cm s’ok = titik dekat mata normal = -25 cm Ditanyakan M dan d Jawab Karena mata berakomodasi maksimum, maka perbesaran sudut teropong Bumi dapat kita cari menggunakan persamaan berikut. Oleh karena jarak benda pada lensa okuler sok belum diketahui, maka kita tentukan dahulu menggunakan persamaan yang berlaku pada lensa yaitu sebagai berikut. Dengan demikian, perbesaran sudutnya adalah Dan panjang tubus teropong dapat kita tentukan dengan menggunakan persamaan berikut. d = fob + 4fp + sok ⇒ d = 80 cm + 45 cm + 11,1 cm ⇒ d = 80 cm + 20 cm + 11,1 cm = 111,1 cm Jadi, perbesaran sudut dan panjang teropong Bumi tersebut adalah 7,2 kali dan 111,1 cm.
perbesaran anguler teropong bintang apabila